Tampilkan postingan dengan label reuni perak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reuni perak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

KESAN SELAMA MAGANG & MOCK UP INTERVIEW

Doorprice magang sebanyak 4 buah sebagian telah direalisasikan. Yang sudah merealisasikan magang adalah  Anggita Veni yang melakukan magang di Gloria Edukasindo (Jogja) dan Iffah Fitri Nur Khasanah yang di Ab Consultant (Jakarta)..

Selain doorpice magang, juga ada doorpice mock-up interview. Kali ini baru ada 2 adik yang menuliskan kesan pesannya, Yaitu Niken Arum dan Yahya Ali Fauzi
Nah mau tau komentar Anggi, Niken dan Yahya?
Kapok nggak ya dia ikut magang dan mock up interview?
Silahkan baca  di bawah ini ya.


Iffah Fitri Nur Khasanah (mahasiswa Fakultas Psikologi UGM, semester 6)

Kesan dan Pesan Magang - Terima kasih kepada kakak-kakak angkatan 86 yang telah meluangkan waktu untuk sharing ria dengan adik-adik yang masih mengemban ilmu di kampus. Banyak sekali yang saya dapatkan dari mengikuti talkshow reuni perak alumni 86. Merupakan pertemuan yang berharga ketika kami mendapatkan kesempatan untuk bertukar ilmu dengan kakak alumni yang telah memberikan banyak informasi yang membimbing kepada kami untuk menyiapkan diri saat berkarir nanti.
Saya sendiri sangat senang dan tidak menyangka mendapatkan kesempatan untuk magang di PT Asta Brata Swastika (Ab Consultant – Jakarta) dari acara temu alumni ini.  Kesempatan magang ini sangat berguna bagi saya, dimana saya diberikan kesempatan secara langsung untuk merasakan suasana kerja yang sebenarnya dan mengaplikasikan pengetahuan yang saya dapat dibangku kuliah, yang saya sadari ternyata semua itu kurang tanpa adanya keterlibatan diri kita secara langsung dalam setting kerja yang sebenarnya. Saat magang inilah pengalaman baru yang luar biasa bagi saya, kantor tempat magang yang sangat melatih saya serta memberikan pengetahuan baru sebagai informasi tambahan yang belum saya dapatkan di kegiatan perkuliahan. Dua minggu terlibat bersama teman-teman dari Ab Consultant yang sangat membimbing dari menyiapkan alat-alat yang digunakan untuk assessment, menyiapkan laporan assessment, mencicipi assessment centre, serta terlibat langsung saat interview dengan officer merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya.
Terimakasih untuk para kakak alumni atas diadakannya acara talkshow temu alumni serta kesempatan magang yang telah diberikan sebagai aksi nyata pengabdian kakak alumni untuk almamater Fakultas Psikologi UGM. Semoga akan ada kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat nantinya. Sukses untuk kita semua.



Niken Arum (mahasiswa Fakultas Psikologi UGM, Angkatan 2008 semester 7)

 
Sebenernya saya nggak nyangka tiba-tiba bisa dapet hadiah doorprize dari acara reuni perak kemarin. Pengennya sih, dapet doorprize magangnya tapi eh dapetnya kupon mock-up interview, tapi ya ngga papa deh itung-itung pengalaman hehe. Jadi, setelah saya dapet tiket mock-up interview saya pulang ke kos untuk merapihkan CV saya yang sudah ada.
Saya sendiri bingung, apa sih tujuan dari mock-up interview ini. Masa kita cuma di interview saja? Apa manfaatnya?  Ternyata setelah saya mengikuti mock-up interview tersebut saya bisa mengerti bagaimana proses interview bagi calon pekerja, tips-tips menghadapi interview, bagaimana CV yang baik dan kekurangan serta kelebihan saya dari interview tersebut. Oleh karena itu, saya mendapatkan masukan-masukan agar memiliki performa yang baik saat interview.
Acara reuni dengan mengadakan berbagai workshop atau kesempatan belajar bagi mahasiswa ini bagus sekali. Kita bisa belajar dan mendapat berbagai macam informasi mengenai realita pekerjaan di bidang psikologi saat ini, karena di bangku kuliah kita kurang mendapatkan pengetahuan mengenai hal tersebut dan tips-tips di dunia kerja. Alumni-alumninya juga baik-baik dan super friendly, lalu cerita kesuksesannya bisa memotivasi kita yang masih kuliah ini. Yang jelas para alumninya ini bikin ngiri lho,kayaknya mereka lagi dalam masa "happy-happy-nya" sama career life mereka saat ini. Udah gitu, mereka juga keliatannya solid banget. Bikin saya mikir kira-kira nanti 5-10 tahun lagi angkatan saya kaya apa ya.
Pesannya sih lebih sering lagi diadakan acara seperti ini, workshop atau wadah bagi para mahasiswa psikologi ugm untuk belajar di luar kampus, dan yang paling penting juga info-info magang nya dibuka lebar bagi mahasiswa doong :D. Terimakasih mas-mas dan mbak-mbaknya dari angkatan 86, Sukses terus dan makin solid!


 Yahya Ali Fauzi (mahasiswa Fakultas Psikologi UGM)

Kesan saya terbentuk pertama kali ketika melihat poster “The Sky is Your Limit” dari acara talkshow reuni perak kakak-kakak alumni angkatan ’86. Terbersit dalam pikiran saya tentang kesuksesan kakak-kakak angkatan yang telah menuntut ilmu di fakultas psikologi tercinta ini. Timbul perasaan bangga, kagum, dan teringat memori tentang ospek kami ketika pertama kali dikenalkan pada fakultas psikologi ini entah mengapa. Lalu ketika seorang teman menawarkan kepada saya untuk mendaftar dan mengikuti acara talkshow ini, saya tak perlu berpikir panjang dalam menyanggupinya. Kapan lagi mendapatkan kesempatan langka seperti ini untuk menyerap ilmu dari kakak-kakak yang telah dermawan membagi pengalaman mereka dari perjuangannya masing-masing? Saya teringat akan pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman merupakan guru yang berharga.
          Ketika datang di acara tersebut, suasana kekeluargaan dari kakak-kakak alumni angkatan ’86 sangat terasa. Saya mendapatkan banyak inspirasi di hari itu, saya terhanyut dalam suasana itu, apalagi ketika mengetahui bahwa saya mendapatkan kesempatan untuk mock-up interview dengan kakak-kakak yang telah lama terjun di dunia HRD. Walaupun saat itu tanpa persiapan apapun, saya tetap diberi kesempatan untuk memahami seluk-beluk rekrutmen, mengenai mindset pelamar kerja dan mindset organisasi. Hal tersebut menyadarkan saya akan pentingnya menjaga kualitas diri ketika memang berniat untuk berkontribusi penuh di suatu organisasi, atau bahkan untuk ikut memajukannya. Hal ini membuat saya selalu teringat akan kata-kata “The Sky is Your Limit” ini sendiri, seperti memberi perumpaan kepada kita, “Ketika kita ingin belajar, jangan pernah minder, jangan memberi batasan untuk sesuatu yang memang tak terbatas, karena ilmu pengetahuan terus berkembang cepat.”. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kakak-kakak alumni angkatan ’86 karena telah menginspirasi kami akan pengabdian diri demi almamater fakultas psikologi UGM yang tercinta.


Anggita Veni (mahasiswa Fakultas Psikologi UGM, semester 7)

Kami mengucapkan banyak terima kasih untuk kakak-kakak Psikologi ’86 yang telah menyempatan diri mereka untuk kembali ke almamater dengan memberikan banyak pengetahuan kepada kami. Merupakan pertemuan yang sangat berharga hingga kami dapat bertemu dan sharing pengalaman bersama para alumni, dan saat itu juga telah menjadi salah satu panutan terbaik kami. Melihat bagaimana suksesnya para alumni sekarang membuat kami semakin semangat untuk berusaha menjadi lebih baik dan meraih kesuksesan dimasa depan, dengan mengingat benar-benar segala informasi, saran, serta masukan yang telah para alumni berikan dan tetap mengharapkan bimbingan dari kakak-kakak alumni.
Saya merasakan bagaimana para alumni sangat mengabdikan dirinya kepada almamater dengan adanya temu alumni ini. Temu alumni yang sangat menyenangkan dan bermanfaat dengan adanya sharing pengalaman bekerja, memberikan banyak informasi mengenai dunia kerja, memberikan masukan dan saran kepada kami, hingga memberikan kami banyak doorprise yang sangat berguna, khususnya kesempatan magang yang beruntung saya mendapatkannya.
Kesempatan magang ini amat sangat berguna bagi saya, dimana saya diberikan kesempatan secara langsung untuk merasakan dan bekerja mengaplikasikan segala pengetahuan yang saya dapat dibangku kuliah, yang ternyata semua ini tidak cukup tanpa adanya keterlibatan diri kita secara langsung dalam setting kerja yang sebenarnya. Dalam kesempatan magang inilah saya mendapatkan pengalaman baru yang luar biasa, tempat kerja yang sangat melatih saya dan memberikan pengetahuan baru. Satu minggu yang luar biasa ketika saya diberi kesempatan Gloria Edukasindo untuk mengikuti assessment karyawan Perhutani. Semuanya menjadi hal baru bagi saya, pengalaman serta pelatihan bagi saya untuk menjadi seorang assessor yang professional. Terlebih dengan adanya rekan kerja yang sangat kooperatif dan mau membantu saya untuk belajar.
Merupakan kebanggaan tersendiri untuk dapat menjadi bagian dari kampus Fakultas Psikologi Gadjah Mada dengan kakak-kakak alumni seperti para alumni angkatan ’86 ini yang selalu mengabdikan dirinya untuk almamater. Kesempatan belajar melalui magang yang saya dapatkan ini menjadi satu bentuk pengabdian para alumni yang secara langsung dan nyata saya rasakan. Terimakasih untuk kakak para alumni atas diadakannya temu alumni. Kakak semua telah menjadi penyemangat bagi kami dan menginspirasi untuk terus berusaha mencapai kesuksesan. Terakhir, Sukses selalu untuk kita semua! J 



Bagaimana dengan adik-adik mahasiswa lain yang mendapatkan doorprice magang? Sabaaaar, lha wong magangnya saja belum jalan je.
Kita tunggu saja.......

Minggu, 11 Desember 2011

KESAN & PESAN DARI TIM GLORIA EDUKASINDO

Dear friends,

Seperti yang sudah kita ketahui, Reuni Perak 86 berjalan dengan baik salah satunya adalah berkat dukungan yang tidak kira-kira besarnya dari tim Gloria Edukasindo (klik disini untuk membaca tentang mereka).

Kita sengaja meminta mereka untuk menulis kesan dan pesan. Semoga apa yang mereka tulis bisa menambah semangat kita untuk mempertahankan silahturahmi yang sudah mulai terjalin kembali. Kita  perlu tau persepsi orang lain di luar 86 sendiri, maka dari itu silahkan membaca kesan dan pesan dari mereka di bawah ini. Kita akan urutkan berdasarkan waktu pengirimannya ya.


FERGI BEATRICE NABABAN

Dalam reuni perak 25 tahun angkatan 1986, yang diselenggarakan 21 Oktober 2011, pada pukul 08.00 di Fakultas Psikologi UGM. Selaku panitia, saya ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, mulai dari menyiapkan perlengkapan sampai pelaksanaan acara. Sebelumnya acara tersebut kurang begitu dipublish, sehingga saya maupun teman-teman tidak mengetahui acara tersebut. Kemudian dari cara publikasi yang awal-awalnya kurang mendapat respon dari mahasiswa S1 Psikologi UGM.  Dan menjelang hari pelaksanaan kegiatan ini barulah di publish dengan cara membagikan leflet dan juga informasi acara disebarluaskan melalui facebook.
          Sebenarnya acara tersebut berjalan dengan lancar dan tertib. Mungkin kendalanya pada saat registrasi, karena peserta yang jauh-jauh hari sudah mendaftar ternyata tidak dapat hadir pada acara tersebut, sehingga harus digantikan dengan peserta yang waiting list dan harus mendata ulang lagi nama-nama peserta yang akan mengikuti talkshow tersebut. Serangkaian acara tersebut berjalan dengan lancar dan terlihat mencapai tujuannya, disebabkan karena seusai acara tersebut peserta yang telah mengikuti acara tersebut langsung antusias menanyakan kepada saya tentang magang dan lain-lainnya. Mereka juga memberikan saran, karena acara tersebut berlangsung kurang lama dan informasi yang di dapat kurang begitu banyak.
          Mungkin saran dari saya selaku panitia, sebelum acara diselenggarakan jauh-jauh hari seharusnya dipublish dengan menyebarkan leflet atau brosur, disebabkan karena mahasiswa banyak yang kurang mendapat info secara spesifik mengenai tujuan acara tersebut. Mereka hanya menduga acara tersebut hanya untuk reuni dan pesertanya hanya dari angkatan 1986.

CAHYA NINGSIH

Reuni alumni angkatan’86 akhir Oktober lalu menyisakan kesan kompak, kekeluargaan, dan menyenangkan. Setelah beberapa tahun berkiprah di profesi masing-masing, masih ada ikatan silaturahmi yang kuat di antara para alumni. Kesibukan tidak menghalangi untuk melepas rindu antara satu dan yang lain, terbukti dengan beberapa koper yang dititipkan di belakang meja penerima tamu. Beberapa alumni ada yang baru tiba ke Jogya di hari H karena kesibukan masing-masing. Rasa kagum terselip ketika melihat kesuksesan para alumni, dan sangat berterima kasih mereka mau berbagi, yang mungkin tidak akan didapatkan di tempat lain. Sayangnya, saya hanya sebentar berada di ruang seminar sehingga tidak banyak mendengarkan sharing pengalaman yang menurut saya justru sangat sayang untuk dilewatkan. Tapi satu hal yang saya ingat jelas ketika sempat ngobrol  beberapa saat dengan pak Didit yang mengatakan ketika bekerja kita harus tahu passion kita di mana, sehingga seberat atau sejenuh apapun kita bisa enjoy menjalani pekerjaan. Mudah-mudahan kata-kata ini menjadi penyemangat ketika saya merasa jenuh dengan pekerjaan saya kelak.
          Suasana kekeluargaan makin terlihat ketika berada di wisma UKDW, Kaliurang. Melihat para alumni bernyanyi dan berjoget bersama, membuat saya membayangkan kira-kira seperti apa ketika mereka muda dulu. Satu lagi yang membuat saya merasa bangga, mereka tetap ingin menjaga silaturahmi di antara mereka dan berupaya untuk tetap bisa memberikan sumbangsih bagi adik-adik tingkat di UGM. Memberi inspirasi dan harapan seandainya di masa yang akan datang saya bisa menjadi seperti satu di antara mereka yang ketika sudah sukses masih mau berbagi ilmu dengan yang lain, terutama generasi muda yang masih perlu banyak belajar. Mudah-mudahan ke depan pihak fakultas dan para alumni bisa mengadakan acara seperti ini lagi. Ilmu yang diajarkan di bangku kuliah terkadang menjadi sangat berbeda ketika di lapangan, adanya sharing dari alumni terutama yang sudah berhasil bisa memberi motivasi bagi generasi muda.
          Dari sekian banyak kebanggaan dan kekaguman tersebut,  saya merasa ada satu hal yang sedikit kurang. Ruang yang digunakan untuk seminar terlalu sempit, sehingga tidak cukup menampung banyak orang, akibatnya beberapa peserta harus rela menjadi peserta dalam deretan waiting list. Bahkan para alumni dan beberapa dosen yang ada di bagian belakang harus berdiri. Tapi bagaimanapun hal ini tampaknya tidak mengurangi makna dari acara itu sendiri. Jika di waktu yang akan datang ingin mengadakan acara serupa, mungkin bisa menggunakan ruangan dengan kapasitas yang lebih besar sehingga lebih banyak orang yang datang dan menerima ilmu serta pengalaman yang berharga seperti ini. Door prize berupa magang dan interview menurut saya juga cukup menarik dan positif.  Terkadang ketika akan melalui sesi wawancara kerja dan memasuki dunia kerja tidak sedikit mahasiswa yang masih “buta” dengan hal tersebut. Dengan adanya door prize tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan mahasiswa untuk mencicipi serta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Harapan lain, mudah-mudahan acara seperti ini tidak hanya berhenti pada seminar yang berisi sharing saja, tapi betul-betul bisa membuka relasi bagi mahasiswa supaya pembelajaran yang didapat dari fakultas semakin komplit dan sempurna. Sekali lagi terima kasih untuk kesempatan berbagi ilmunya, mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Maju terus Psikologi Angkatan’86.


ENGGAR PUTRI HARJANTI


Kesan
Reuni perak angkatan 86 adalah reuni pertama yang saya tahu, dimana para alumni datang dan memberikan acara yang sangat berguna bagi mahasiswa di kampus. Saya sendiri merasa bahnwa reuni ini mempunyai banyak makna dan pembelajaran. Satu, kedatangan kakak-kakak alumni yang mau berbagi adalah bukti bahwa kami dicintai. Bukti bahwa kampus kami dicintai, dan kita adalah jejaring yang akan saling berhubungan sebagai keluarga. Itu menjadi semnagat bagi saya pribadi karena kepunyaan keluarga di banyak tempat. Dua, reuni ini menjadi kesempatan bagi kami, para mahasiswa yang biasanya hanya dicekoki teori, mengerti tentang sedikit banyak aplikasi yang ada di dunia yang sebenarnya. Mengerti bagaimana menggunakan teori yang sudah di dapat, serta bagaimana malang melintangnya dunia dan persaingan bisnis di perusahaan-perusahaan yang sebelumnya tidak pernah kami bayangkan. Ketiga, reuni ini juga membuka jalan untuk menjalin dan membangun hubungan dengan para alumni, yang merupakan banyak “duta” dari perusahaan dan bisnis yang sebelumnya tidak tersentuh bagi kami, para mahasiswa. Meskipun memang hanya sebentar dan tidak cukup mengenal dekat, tetapi banyak hal yang bisa kami dapatkan dan kami pelajari dari para alumni yang datang ke kampus.
Uraian ini dapat disimpulkan dengan: kedatangan para alumni 86 memberikan inspirasi bagi kami J
Pesan
Saya berharap bahwa ada acara-acara yang sangat berguna seperti ini lagi J. Karena kedatangan alumni adalah jembatan dan jalan bagi kami untuk menuju dunia luar. Dan akan sangat berguna jika ada kesempatan magang, dan link untuk kerja praktek atau kesempatan yang lebih banyak untuk menerapkan teori dan membangun hubungan. Kami akan sangat bersyukur jika kesempatan itu diadakan dengan lebih merata, lebih banyak kesempatan dan lebih banyak mendapatkan.


DONNI HADIWALUYO
(Mahasiswa Magister Sains Psikologi UGM)


Berbeda. Menurut saya, ini kata yang paling tepat untuk menggambarkan reuni Psikologi Angkatan 86 yang saya ikuti kemarin. Kebetulan saya mengikuti proses persiapan reuni ini sejak awal. Dan paling tidak ada 3 hal yang saya lihat dan saya pelajari.
Pertama, reuni biasanya selalu identik dengan kegiatan yang melulu memikirkan masa lalu, bernostalgia,  cerita-cerita tentang dosen-dosen, pacar masa lalu, sahabat masa lalu, dan sebagainya. Reuni ini berbeda. Yang terjadi adalah kumpulan sahabat yang disamping mengenang masa lalu, namun juga memikirkan masa sekarang dan masa depan. Selalu pertanyaannya, apa yang bisa dilakukan angkatan 86 untuk adik-adik kelas kita, apa yang bisa dilakukan untuk teman yang kesusahan, apa yang bisa kita berikan untuk fakultas kita, bagaimana networking yang bisa dibangun angkatan kita, bagaimana meninggalkan legacy yang berarti? Ini sesuatu yang luar biasa menurut saya.
Yang kedua, reuni juga sering identik dengan kegiatan temporary, dadakan, tanpa tujuan dan tindak lanjut yang persiapannya pun asal-asalan. Reuni ini berbeda. Semua dipersiapkan dengan excellent. Materi dan bonus yang diberikan di talkshow pun sangat well-prepared dan berharga. Sebut saja salah satu contohnya adalah data dari Watson-Towers yang diberitahukan kepada mahasiswa.
Semua itu mungkin bisa terjadi karena faktor yang ketiga, yaitu timing yang tepat untuk mengadakan reuni. Usia puncak, karir puncak, maka peran yang dilakukan juga bisa "puncak". Wajar saja jika bisa timbul tagline "the sky is your limit", karena kakak-kakak ini sudah membuktikannya. Akhir kata, singkat saja "reuni itu seharusnya ya begini ini".



SUSETYO ADI NUGROHO
(IT Staff & Multimedia Gloria Edukasindo)


Lain dari yang pernah ada, ya menurut saya reuni perak ini jauh beda dari konsep dan gaya reuni-reuni yang pernah saya alami maupun yang pernah saya dengar. Mungkin karena saya sendiri bukan berlatar belakang psikologi, jadi bukan hal yang biasa ketika melihat hal tersebut, dengan gaya dan tentu saja isi acaranya
Walaupun melihat dari sisi panitia, tapi banyak hal yang bisa jadi nilai lebih dari acara ini, pertama bahwa konsep yang dihadirkan berbeda, tidak sekedar pertemuan antara orang-orang yang lama tidak bertemu, tapi ada maksud dan membawa tujuan bagi orang lain (adik-adik angkatan). Kedua adalah gaya, terlepas dari posisi, jabatan, atau level tiap individunya, para kakak-kakak ini mau berbagi kepada adik-adik nya, dari ilmu sampai hal-hal yang diluar akademis. Reuni tidak hanya menjadi sekedar saat tanya jawab tentang kabar, pekerjaan, keluarga, masa lalu, tetapi menjadi sebuah sajian istimewa untuk orang-orang di sekitarnya, tanpa mengesampingkan tujuan utama reuni.
Saya sendiri secara tidak langsung mendapat banyak wawasan, ilmu , dari sharing mereka yang telah sukses pada bidangnya masing-masing.
Terlepas dari hal-hal detail yang mungkin terlewatkan, acara ini membuat cara pandang tentang reuni menjadi lebih berbeda, yang mungkin saya sendiri belum tentu bisa melakukan hal yang seperti ini.
Buat saya, ini reuni yang berbeda dan luar biasa…..


HENDY KUKUH BASKORO

Kakak-kakak Angkatan 86 mempunyai jejak persahabatan yang erat. Setidaknya itulah kesan yang pertama muncul. Bahkan persiapannya pun, katanya, sudah dimulai sejak setahun yang lalu. Dan muncullah motor-motor penggerak massa 86. Entah bagaimana, “ngumpulke balung pisah” seperti tercermin di acara itu.
86 adalah kode komando yang umum digunakan sebagai tanda “perintah dimengerti” atau “siap laksanakan”. Begitupun ketika promotornya mengonsep acara untuk sharing pengalaman hidup (pekerjaannya) kepada adik-adik yang masih menempuh perkuliahan, dapat dikatakan Angkatan 86 serentak menyahut “86”. Maka terbitlah seminar yang digadang-gadang itu dan menuai sukses karena peserta yang hadir banyak. Komentar mereka pun positif. Reuni “balik kandang dan membesarkan kandang” semacam ini mungkin jarang terjadi. Tidak pelit ilmu hidup adalah kesan kedua yang muncul.
Hari berikutnya melepas rindu dengan suasana kampus biru. Dengan jiwa muda yang membara, perjalanan mengenang masa perkuliahan di Balairung mengesankan manis dan akrabnya kakak-kakak angkatan 86 dengan situasi di sana. Euforia nostalgia itu pun dilanjutkan menuju puncak (dalam arti yang sebenarnya karena kita meluncur ke kaliurang). Di sebuah wisma, kakak-kakak ini ngumpul lagi. Yang luar biasa, mereka ternyata membahas suatu hal yang serius nan menantang. Dan lagi-lagi ini demi perbaikan kesejahteraan bersama. Kesan yang muncul? Suasana yang dibangun terasa santai tapi serius, jek! Sungguh, rasanya kepedulian dan kepekaan menyelimuti hati kakak-kakak angkatan 86.

Terima kasih kakak-kakak telah berbagi pengalaman hidupnya yang sangat hidup karena kakak-kakak sungguh menghidupinya. Semoga rancangan masa depan bersama itu bisa sungguh mewujud nyata. Dan berkunjunglah kembali suatu hari nanti... 


AZIZAH RIDHA
Saya bersemangat begitu menerima tawaran pak Eko menjadi panitia reuni perak Psikologi UGM angk 86. Yang ada di benak saya adalah bertemunya alumni yang kemungkinan besar telah menjadi 'orang penting'... Hari pertama registrasi, masuk sesi acara kemudian esoknya dan esoknya lagi. Jauh dari yang saya perkirakan. Ada kesan yang melekat bahwa pada kenyataannya, bukan sekedar eksistensi siapa dan apa yang telah mereka lewati dan lakukan. Namun, lebih dari itu...ada satu gelombang semangat yang luar biasa yang mereka coba alirkan ke jendela-jendela hati para civitas akademika fak Psikologi UGM. Ada haru yang meluap di benak saya...akankah saya juga mengalaminya?
Salut ut angk 86, bagi saya, hasilnya excellent...!!! Bravo!! Semoga mimpi bisa terwujud...
Ada satu lagi yang ingin saya share, pengalaman magang di Gloria Edukasindo memberi banyak kehidupan dan inspirasi baru buat saya. Gloria Edukasindo adalah ladang ilmu. Magang Gloria Edukasindo adalah magang dalam arti yang real. Saya tidak hanya melihat dan ikut-ikutan bekerja, tetapi saya terlibat di setiap detail proses dari setiap pekerjaan yang mesti saya selesaikan. Satu hal, pak Eko selaku direktur sangat mendorong saya untuk terus melangkah lebih maju dan terus menerus belajar. Bukan hanya tentang pekerjaan, tapi lebih dari itu. Saya belajar juga untuk terampil menghadapi hidup. Terima kasih Gloria Edukasindo...God Bless you... :)


Itulah kesan dan pesan tim yang sangat all out membantu kita kemarin. Terima kasih adik-adik, semoga kerjasama kita terus berlangsung yaaaa.

We luv you guys!



Sabtu, 03 Desember 2011

Foto Open Talk 1: XURANG TERNYATA PUANAAAAS....

Acaranya ngomong serius tentang "what next" abis itu makan, abis itu kembali menggila.....limbo....!


Foto Open Talk 2: FOTO MANEH? MASYA ALLAH.....

Selepas berfoto ria ala artis ketinggalan jaman di sekitar kampus, kita memulai perjalanan ke Kaliurang. Tujuannya sih mau rembugan. Heh serius bener. Mari kita liat rembugan bener apa enggak....






Kira-kira yang dirembug apa ya? Jadah, limbo sama joged....hi..hi...hi....


Video Napak Tilas

Sabar ya belum kelar dicut + diupload di utube supaya bisa ditonton disini..... Yang asabar disayang Gusti Allah.....


Jumat, 02 Desember 2011

Foto Napak Tilas 1: WAKTUNYA FOTO TEMAN......!

Wis nggilani tenan. Kelakuannya betul-betul malu-maluin. Semua kok rebutan foto...ck..ck..ck...apa enaknya difoto ya?


Coba liat kelakuannya....walah......

Foto Napak Tilas 2: FOTO LAGIIIII......!

Di bagian ini kita mulai bisa melihat detik-detik napak tilas rekan-rekan yang hadir, mulai dari SGPC menuju fakultas kemudian berjalan kaki ke Gedung Pusat.....aaaah memoriku jadi meloncat-loncat nih.
Di Gedung Pusat masih belum puas juga, so berjalanlah kita (naik bis tapinya...) ke bunderan UGM.
So hoooot buanget. Mataharinya nggak kompak, seakan iri melihat wajah-wajah regresi kita yang cengangas cengenges melulu.
Tapi sesi foto tetep harus jalan. Say cheeeeseeee..............cekrek!











Video Napak Tilas

Sabar ya belum kelar dicut + diupload di utube supaya bisa ditonton disini..... Yang sabar disayang Gusti Allah.....

Kamis, 01 Desember 2011

TALKSHOW

Dagelan atau talkshow???? Sak karepku, gitu kata kita kemaren ya! Tapi justru dengan kemasan yang rada aneh dan heboh ini talkshow jadi berkesan untuk adik-adik dan audiens. Eiitss bukan muji diri sendiri. Ga percaya, baca ada kesan & pesan adik-adik yang bantuin kita plus juga beberapa mahasiswa yang hadir ya, klik aja di sini niiiiih

SESI - 1
Moderator: Herni & Eko
Narasumber: Endang, Adi, Wulan



SESI - 2
Moderator: Andik & Eko
Narasumber: Shinta, Herni & Daisy



SESI - 3
Moderator: tetep Eko doooong
Narasumber: semuanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa


Mau tau materi talkshow-nya? Nonton videonya aja ya.
Dan kalau mau baca materinya bisa diklik di sini.

Foto Talkshow 1: FOTO YUUUUKS...

Thanks to Clara untuk semua bantuan dan kerja kerasnya beserta yayang-nya plus timnya sampai akhirnya kita bisa melihat foto2 cantik dibawah ini. Muaaaach for Clara (Eh muaaach-nya bukan untuk yayang-nya clara ya....) ).

Untuk rekan-rekan yang tidak bisa hadir pada hari pertama, beginilah kira2 kesibukan, kehebohan dan kenorakan kita saat acara talkshow. Talkshow yang lebih mirip dagelan tapi katanya bermanfaat untuk adik-adik kita. He he he....syukurlah.













Foto Talkshow 2: FOTOIN DONG!

Ini masih hasil karya Clara and her gang. Masih skompilasi foto yang menggambarkan situasi saat hari pertama khususnya talkshow. Fotonya cantik, tapiii....hiks liat foto2 ini jadi pengen reuni lagi.....huaaaa!!!








VIDEO TALKSHOW 1: Pembukaan oleh Eko Tjia

Akhirnya video jadi juga. Tapi supaya bisa ditonton di youtube dan blog, video talkshow akan dipotong menjadi 15 bagian ya. Maaaaaaap.


Silahkan menikmati satu persatu. Sing sabar nontonnya ya mbak dan mas.


(Bersambung yaaaaaaa)

VIDEO TALKSHOW 2: Pembukaan oleh Dekan



Video ini adalah sambungan dari talkshow part 1. Kali ini kita bisa melihat bagaimana Pak Dekan yaitu Prof. Dr. Faturochman MA berkenan membuka acara kita. Terima kasih Pak Faturochman untuk ijin dan dukungannya terhadap acara Reuni Perak 86.





(Bersambung)

VIDEO TALKSHOW 3: Pembukaan oleh Didit Yulistianto



Lanjutkan......
Sekarang kita liat action-nya Didiet sebagai Ketua Panitia Reuni Perak ini dalam memberi sambutan.
Silahkan difokuskan pandangan pada perut Didiet yang endut........peace.......


(Bersambung)

VIDEO TALKSHOW 4: Perkenalan Profil 86



Setelah pembukaan yang berturu-turut tadi. Eko ambil peran lagi dengan menayangkan profil beberapa dari kita.
Kalau nggak salah ada 20 profil yang ditayangkan.
Maunya lebih banyak yang ditayangkan, sayang nggak semua teman 86 sempat mengirimkan CV-nya. Semoga nggak ada yang kuciwa ya.





(Bersambung)

VIDEO TALKSHOW 5: Sharing oleh Endang Suraningsih



Ini dia sharing-nya Endang rekan kita!
Sesi ini Hestri Setyaningsih rekan kita menjadi moderatornya, berduet dengan Eka Tjia. Gimana gaya mereka di talkshow ini?
Mantab betul. Di lingkungan yang didominasi oleh laki-laki, Endang bisa muncul sebagai orang nomor 1 di LPP Yogya. Banyak yang Endang sharing dengan adik-adik mahasiswa, salah satunya adalah resep keberhasilannya bertransformasi dari bidang yang sangat mikro di psikologi dan pendidikan menuju posisi manajerial yang sangat makro dan menuntut helicopter view yang kuat.

Isi sharing Endang cukup berat, seberat keseriusan dan ketekunannya dalam menekuni karirnya. Tapi btw masih tetap lebih berat Ida sih kalo ditimbang pake timbangan berat badan.......hayaaaah ngelantur.
Kembali ke Endang, semoga adik-adik mahasiswa bisa menyerap apa yang Endang bagikan dan kita semua berharap ada Endang-Endang baru yang akan muncul dari Fakultas kita tercinta itu. Amiiiiiin.




Berhubung panjang video sipisah jadi 2 ya. Lanjutkan.....


(Bersambung)
 

Blogger news

Blogroll

About